PT RMI dan CDS Diduga Menambang Diluar IUP dan Garap Hutan Lindung – KandaiDotID

INFORMASI63 views
Yudha MAR


Kepolisian Daerah Sulawesi Tenggara (Sultra) dan Pemerintah Provinsi, sepertinya dianggap tidak berarti oleh para pengusaha pertambangan yang beraktivitas di Kabupaten Konawe Utara. Bayangkan, dua perusahaan dalam hal ini PT Rockstone Mining Indonesia dan PT Cipta Djaya Surya, bisa melakukan penambangan tanpa mengantongi dokumen bahkan mengolah kawasan hutan lindung.

sebuah foto, yang memperlihatkan aktivitas PT RMI didalam lahan baru (Bukan dalam IUP PT Bososi), lengkap dengan titik kordinat tempat RMI melakukan pelanggaran hukum, (Foto Istimewa)

RMI terang-terangan keluar dari lokasi konsensinya untuk mengeruk nikel. Sementara CDS menerobos hutan lindung untuk membuka jalan baru, untuk mengeruk nikel yang bukan dalam wilayah IUPnya. Kedua perusahaan tersebut ketahuan setelah didapati masyarakat sedang beraktivitas di Desa Marombo, Kecamatan Langkikima, Konut. Masyarakat heran, kenapa polisi dan pemerintah luput dari tindakan melanggar hokum tersebut.

Andi Irwan yang sehari-harinya fokus mengawasi pertambangan di Konut memberi keterangan jika dirinya, bukan tidak menginginkan investasi tambang. Tetapi jika penambangan dilakukan secara illegal maka menjadi tugas dia untuk mengawasi dan melaporkan kepada penegak hukum. Ia mulai dari temuan pertama soal PT RMI.

Hutan di lokasi penambangan illegal PT RMI Nampak sudah gundul. Jumlah luas lokasi diperkirakan sekitar 10 hektare. Dalam lokasi penambangan illegal tersebut juga masih nampak alat berat perusahaan. Mereka seperti tanpa beban mengeruk nikel.

“PT RMI itu adalah perusahaan yang mendapatkan SPK (Surat perintah kerja) oleh PT Bososi selaku pemilik IUP di Konut. Tapi dalam prakteknya, RMI keluar dari lokasi Bososi dan menambang dalam kawasan hutan yang bukan milik siapa-siapa. Jadi ceritanya mereka (RMI-red) membikin lahan penambangan baru tanpa memiliki IUP, AMDAl, IL dan lainnya,” kata Irwan.

Irwan membuktikan kalau ucapannya itu benar. Pertama dia memberikan sebuah foto, yang memperlihatkan aktivitas PT RMI didalam lahan baru (Bukan dalam IUP PT Bososi), lengkap dengan titik kordinat tempat RMI melakukan pelanggaran hukum. Kemudian Irwan mencocokan titik kordinat itu dengan titik kordinat lokasi PT Bososi dalam peta google earth.

PT CDS saat ini sudah membuat jalan dari pantai Marombo ke puncak gunung. Dalam rute jalan yang dibangun itu, PT CDS menerobos hutan lindung.

“Kita bisa lihat jaraknya. Jauh sekali jaraknya antara lokasi penambangan baru PT RMI dengan lokasi IUP PT Bososi. Artinya kalau dia dapat SPK dari Bososi, maka harusnya dia menambang di Bososi saja. Tapi ini dia keluar dari IUP PT Bososi dan membuat suatu lahan penambangan baru. Anehnya ini dibiarkan saja juga sama polisi dan pemerintah,” katanya lagi.

Hutan di lokasi penambangan illegal PT RMI Nampak sudah gundul. Jumlah luas lokasi diperkirakan sekitar 10 hektare. Irwan menyebut jika ini diproses hukum maka banyak yang akan terkena pasal. Dalam lokasi penambangan illegal tersebut juga masih nampak alat berat perusahaan. Mereka seperti tanpa beban mengeruk nikel.

“Kabarnya belasan kapal tiap bulan berangkat dari lokasi RMI yang secara illegal ini. Tapi ini baru kabar saja, nanti kita akan buktikan di syahbandar dan pemerintah. Karena pasti ada datanya,” bebernya.

Lebih jauh ia memaparkan bukan saja hutan, laut di Marombo tempat pelabuhan RMI sudah direklamasi tanpa mengantongi izin dari pemerintah. Sementara untuk PT CDS katanya, saat ini sudah membuat jalan dari pantai Marombo ke puncak gunung. Dalam rute jalan yang dibangun itu, PT CDS kata Irwan menerobos hutan lindung. Dan ini luput dari pantauan penegak hukum dan  pemerintah.

“Parah sekali, mereka berani melakukan ini dengan secara terbuka. Bayangkan saja hutan lindung diterobos dibangun jalan dari gunung ke pantai. Inikan pelanggaran hukum,” jelasnya.

 

Penulis : Sukur, Kendari

 

 

 

 



itu saja kabar rangkaian kata PT RMI dan CDS Diduga Menambang Diluar IUP dan Garap Hutan Lindung – KandaiDotID, Semoga dapat bermanfaat.
jangan lupa Baca info lainnyaMAR

Nilai Kata & Kalimat

Berikan Komentarmu